Ilmuyang lebih banyak mempelajari tentang proses produksi manufaktur ini, di Jepang sudah dikenal luas dengan istilah teknik memproduksi. Sedangkan di Amerika ilmu ini lebih sering disebut dengan teknik manufaktur. Jadi, dalam hal perancangan proses produksi, desain proses produksi dan teknik produksi merupakan nama lain dari teknik manufakturing. . Produksi dan manufaktur adalah dua hal yang mengacu ke metodologi bagaimana menghasilkan barang untuk dijual. Memang, banyak orang yang memiliki anggapan bahwa tidak ada perbedaan antara manufaktur dan produksi sebagai proses dalam sebuah bisnis. Nah, uraian dari KiriminAja ini akan membahas beberapa hal terkait proses manufaktur dan proses produksi. Kita akan memulai dari pengertian, persamaan, dan perbedaan manufaktur dan industri. Pengertian Proses Manufaktur Secara singkat, proses manufaktur adalah sistem konversi dari bahan baku/ komponen menjadi sebuah produk jadi dengan melalui beragam teknik menggunakan mesin, tenaga kerja, atau peralatan. Perusahaan manufaktur akan beroperasi dengan mengambil bahan mentah lalu mengubahnya menjadi barang jadi. Dalam proses manufaktur tersebut, bahan mentah yang didapatkan bisa dipotong sesuai ukuran dan keinginan. Tujuannya tentu saja untuk memudahkan pembentukan produk baru yang sudah jadi dan sesuai dengan standar yang diinginkan. Dulunya, manufaktur produksi adalah sistem dengan berbagai variabel yang cukup sederhana. Namun, setelah terjadinya revolusi industri di akhir abad ke-18, proses manufaktur bergeser menggunakan tenaga mesin yang bisa memberikan tingkat produksi lebih tinggi dan hasil produk yang lebih baik. Revolusi industri juga menjadi awal dari era baru manufaktur. Definisi Proses Produksi Lalu, apa yang dimaksud dengan produksi? Proses produksi adalah sebuah sistem yang mengubah input menjadi output atau produk jadi. Input sendiri dalam kegiatan produksi bisa berupa bahan mentah ataupun bahan setengah jadi. Terkait hal tersebut, proses produksi tidak hanya terbatas pada barang berwujud saja, melainkan juga tenaga kerja atau lainnya. Oleh karenanya, istilah produksi memiliki cakupan yang cenderung lebih luas. Persamaan Produksi dan Manufaktur Sebagaimana disinggung di awal, produksi manufaktur adalah dua hal yang sama dan tidak dibedakan. Memang, pada dasarnya, kedua proses ini memiliki persamaan yang membuat banyak orang cenderung susah membedakannya. Nah, salah satu persamaan dari proses manufaktur dan proses produksi adalah kedua proses tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan pada barang mentah menjadi barang jadi. Tentu, setelahnya, barang yang sudah jadi tersebut bisa dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan dari proses transaksi yang dilakukan. Perbedaan Sistem Produksi Dan Sistem Manufaktur Meskipun sekilas mirip dan juga memang memiliki persamaan di antara keduanya, namun proses manufaktur dan proses produksi memiliki beberapa perbedaan yang cenderung cukup signifikan. Adapun beberapa perbedaan dari kedua jenis proses ini diantaranya adalah sebagai berikut Fokus Konversi Salah satu perbedaan manufaktur dan produksi yang sangat mencolok adalah fokus konversi atau perubahan yang dilakukan. Dalam hal ini, proses manufaktur cenderung lebih berfokus secara eksklusif pada konversi bahan baku berupa barang berwujud hingga menjadi sebuah produk yang sudah jadi. Nah, di sisi lain proses produksi memiliki fokus konversi yang lebih luas. Hal ini dikarenakan proses produksi melakukan konversi tidak hanya pada barang yang berwujud saja, melainkan juga barang yang tidak berwujud. Sumber Bahan Baku Hal lain yang menjadi pembeda antara proses manufaktur dan proses produksi adalah sumber bahan baku yang digunakan. Dalam hal ini, sumber bahan baku pada proses manufaktur berasal dari luar perusahaan maupun luar produsen. Sementara bahan baku yang digunakan pada proses produksi tidak harus berasal dari luar perusahaan. Tidak jarang jika perusahaan turut memproduksi bahan baku sendiri untuk kemudian diolah hingga menjadi barang jadi. Selain untuk menjamin kualitas dari bahan baku, alasan lainnya adalah untuk memangkas biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi. Proses Pembuatan Produk Proses pembuatan produk juga menjadi poin signifikan saat melihat perbedaan produksi dan manufaktur. Proses manufaktur umumnya dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara tenaga kerja, peralatan, serta mesin untuk melakukan produksi. Di sisi lain proses produksi bisa dilakukan tanpa menggunakan mesin. Jika Anda menyimak, hingga saat ini masih ada perusahaan produksi yang menggunakan tenaga manual. Salah satu contoh yang paling mudah ditemukan adalah perusahaan pembuatan rokok kretek. Produk Keluaran Perbedaan lain antara proses manufaktur dan proses produksi adalah produk keluaran atau produk yang dihasilkan. Dalam hal ini, keluaran dari proses manufaktur adalah sebuah produk jadi yang berupa barang. Hal yang berbeda akan ditemukan pada proses produksi. Hal ini dikarenakan produk keluaran dari proses produksi tidak hanya produk jadi berupa barang saja, melainkan juga jasa. Cakupan Cakupan dari manufaktur cenderung lebih sempit karena aktivitas manufaktur adalah sebuah aktivitas yang cenderung eksklusif dan terbatas. Hal berbeda didapatkan dalam proses produksi di mana proses produksi memiliki cakupan yang cenderung lebih luas dan lebih umum. Beberapa hal di atas adalah apa yang perlu diketahui perihal perbedaan antara proses manufaktur dan proses produksi kaitannya dengan bisnis. Bisa dilihat jika meskipun memiliki kemiripan, namun kedua proses ini cenderung memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Hanya saja, tentu, baik proses manufaktur dan proses produksi, keduanya bisa bekerja sama. Artinya, bisa saja sebuah perusahaan produksi memproduksi barang mentah yang nantinya akan diproses lebih lanjut oleh perusahaan manufaktur tersebut. Produksi & Manufaktur Adalah Opsi Anda Jika berbincang tentang mana yang lebih untung dari proses manufaktur dan proses produksi, tentu masing-masing proses memiliki keuntungannya masing-masing. Proses produksi memiliki keuntungan karena pada dasarnya ketersediaan barang mentah cenderung lebih banyak sehingga proses produksi bisa berjalan dengan lancar dalam waktu lama. Tidak hanya itu, dimungkinkan adanya produksi secara massal. Dengan sistem produksi tersebut, tentu saja nantinya akan didapatkan produk dalam jumlah yang lebih banyak untuk memenuhi permintaan pasar dan target konsumen yang cenderung besar. Sementara proses manufaktur memiliki keuntungan dilihat dari sistem kerja yang dilakukan. Proses manufaktur tidak terlibat secara langsung pada proses produksi dan pengolahan bahan baku menjadi bahan mentah, maka proses pembuatan barang jadi dalam perusahaan manufaktur bisa dilakukan dengan lebih cepat dan lebih efisien. Hanya saja, barangkali, kelemahan dari proses manufaktur adalah produksi yang tidak bisa dihasilkan secara massal. Hal ini dikarenakan proses manufaktur setidaknya memiliki ketergantungan pada barang mentah yang akan diproses untuk menjadi barang jadi sebelum nantinya dipasarkan. Anda bisa mencari tahu contoh perusahaan manufaktur dan perusahaan produksi yang ada di Indonesia untuk melihat bagaimana kedua tipe perusahaan tersebut bekerja dan membuat produk jadi untuk dipasarkan. Untuk bisa menentukan proses mana yang cocok untuk bisnis Anda, maka pertimbangkan variabel-variabel di atas. Bagaimanapun juga, jangan terpatok pada satu jenis proses saja. Sebab proses produksi dan manufaktur adalah opsi yang bisa dipilih setelah menentukan sejumlah variabel agar sesuai dengan bisnis Anda. Demikian beberapa ulasan terkait manufaktur dan produksi dari KiriminAja. Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda menentukan mana yang cocok untuk bisnis Anda. Semoga bermanfaat… Related Posts Distributor Adalah Jembatan Bisnis Mencapai Profit. Mirip Mak Comblang Panduan Cara Kerja Marketing Biar Profit & Bisa Pesta Bareng Keluarga Iklan Digital Lemah Syahwat Kayak Cowok Omdo? CPM Adalah Jamunya Desain Grafis Adalah Makeup untuk Aktivitas Iklan Super Boring & Absurd Follow Up Adalah Cara Agar Konsumen Setia Seperti Pasangan Anda Itu Manufaktur dan produksi adalah kedua istilah yang merujuk pada proses produksi produk yang berkaitan dengan usaha bisnis. Umumnya penggunaan kedua istilah ini sering kali bersamaan atau bergantian. Sehingga cukup banyak individu yang menganggap bahwa tidak terdapat perbedaan antar keduanya. Padahal proses manufaktur dengan proses produksi merupakan dua hal yang berbeda. Untuk mengetahui lebih jelas tentang istilah manufaktur dan produksi. Berikut ini terdapat penjelasan mengenai pengertian, persamaan dan perbedaan manufaktur dan produksi. Pengertian Manufaktur Manufaktur terbentuk dari dua kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu manus tangan dan factus membuat. Oleh sebab itu, penggabungan keduanya memiliki arti dibuat dengan tangan. Maksud dari arti kata tersebut yaitu dahulu sebelum revolusi industri, proses manufaktur hanya menggunakan alat-alat sederhana yang pengendaliannya dengan menggunakan tangan. Namun, selepas revolusi industri yang terjadi pada abad ke-18, proses manufaktur bergeser menggunakan tenaga mesin yang bisa memberikan tingkat produksi lebih tinggi dan hasil produk yang lebih baik. Revolusi industri juga menjadi awal dari era baru manufaktur. Menurut KBBI, manufaktur adalah suatu proses mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dapat konsumen atau manusia manfaatkan. Industri manufaktur melakukan pengelolaan barang mentah menjadi barang jadi dengan tujuan agar suatu barang tersebut memiliki nilai jual dan nilai tambah yang nantinya dapat konsumen beli untuk memenuhi kebutuhannya. Istilah manufakturing mengacu pada produksi skala besar dalam mengubah barang baku atau mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Pada era saat ini, proses manufaktur telah menggunakan peralatan dan mesin yang canggih dalam mengolah bahan baku, suku cadang, dan komponen lain untuk diproduksi menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual. Di Indonesia, istilah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur lebih populer dengan sebutan pabrik. Yang mana, di tempat tersebut seluruh barang mentah akan melewati proses pengelolaan menggunakan mesin, robot, komputer, dan tenaga manusia untuk menghasilkan barang atau jasa dan perakitan, untuk menghasilkan suatu produk. Pabrik merupakan suatu istilah penyebutan untuk proses manufacturing atau pabrikasi. Terdapat wilayah-wilayah khusus di Indonesia yang ditetapkan sebagai wilayah industri, misalnya Cilegon Banten, Cikarang Bekasi, Pulogadung Jakarta, Sentul Bogor dan masih banyak lainnya. Baca juga Sistem Manufaktur Terintegrasi untuk Bisnis Anda! Pengertian Produksi Produksi dalam dunia industri memiliki arti membuat sesuatu yang baru dalam wujud produk atau tidak berwujud jasa. Menurut Wikipedia, produksi adalah suatu kegiatan menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya adalah produksi jasa seperti jasa konseling, jasa les pelajaran, jasa konsultan keuangan, dan sebagainya. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya adalah produksi barang. Contoh produksi barang adalah sebagai berikut membangun rumah, membuat sepatu, memasak nasi, dan lain-lainnya. Dengan demikian, produksi mempunyai dua nilai pokok. Yang pertama untuk menciptakan nilai guna barang atau jasa. Kedua, menambah nilai guna barang atau jasa. Barang atau jasa hasil produksi ada yang penggunaannya secara langsung maupun tidak langsung. Biasanya hasil produksi yang penggunaannya secara tidak langsung akan mengalami proses pengolahan lagi untuk menjadi produk lain yang memiliki nilai lebih tinggi. Pada hakikatnya, produksi adalah proses penciptaan, penambahan nilai guna dari barang atau jasa baik itu penambahan manfaat, bentuk, waktu, tempat atas faktor-faktor produksi sehingga dari produksi tersebut memiliki kemampuan lebih tinggi dalam memenuhi kebutuhan pemakainya. Baca juga Sederhanakan Proses Produksi Manufaktur Pada Industri Kerajinan Tekstil Persamaan Manufaktur dan Produksi Sebagaimana pembahasan sebelumnya istilah manufaktur dan produksi penggunaan keduanya sering secara bergantian atau juga banyak yang menganggap bahwa kedua istilah ini menjadi dua hal yang sama dan tidak terdapat hal yang berbeda. Memang, pada dasarnya, manufaktur dan produksi memiliki persamaan yang membuat banyak orang cenderung sulit untuk membedakannya. Salah satu persamaan dari proses manufaktur dan produksi adalah kedua proses tersebut penggunaanya untuk melakukan pengolahan pada barang mentah menjadi barang jadi. Setelahnya, barang yang sudah jadi tersebut melewati proses pemasaran untuk mendapatkan keuntungan dari proses transaksi yang akan perusahaan atau tim lakukan. Baca juga Pentingnya Software Manufaktur HashMicro untuk Bisnis Tekstil Anda! Perbedaan Manufaktur dan Produksi Setelah mengetahui persamaan dari manufaktur dan produksi, berikut ini terdapat beberapa perbedaan produksi dan manufaktur yaitu Proses manufaktur hanya berfokus secara eksklusif pada konversi bahan baku berupa barang berwujud menjadi produk jadi. Sementara proses produksi mencakup konversi pada barang berwujud dan juga tidak berwujud. Sumber bahan baku atau bahan mentah pada proses manufaktur berasal dari luar perusahaan atau produsen. Sementara pada proses produksi, bahan baku tidak harus dari luar, bahan baku juga bisa saja berasal dari internal perusahaan. Proses manufaktur dapat menggunakan tenaga kerja, peralatan dan mesin untuk memproduksi. Sementara proses produksi tidak selalu menggunakan mesin. Keluaran dari hasil manufaktur adalah produk jadi berupa barang. Sementara keluaran dari hasil produksi adalah produk jadi berupa barang atau jasa. Manufaktur adalah istilah dengan cakupan lebih sempit khusus sementara produksi merupakan istilah dengan cakupan lebih luas umum. Maka dari itu perbedaan manufaktur dan produksi dapat juga Anda lihat dari segi penggunaan istilahnya. Bisa dikatakan bahwa semua manufaktur termasuk ke dalam produksi, tetapi tidak semua produksi dapat disebut sebagai manufaktur. Baca juga Tingkatkan Proses Produksi dengan Software Manufaktur Terbaik! Kesimpulan Manufaktur dan produksi merupakan istilah yang sering digunakan pada proses bisnis. Kedua istilah ini sering dipertukarkan penggunaannya. Padahal, ada perbedaan manufaktur dan produksi yang cukup signifikan. Manufaktur merupakan istilah sempit yang sering kita pakai pada proses bisnis yang merujuk pada konversi bahan baku berupa barang berwujud menjadi produk jadi. Sedangkan istilah produksi pemakaiannya lebih luas karena bukan hanya merujuk pada konversi bahan baku berupa barang berwujud tetapi juga berupa barang tak berwujud misalnya jasa. Tingkatkan efisiensi operasional bisnis manufaktur Anda dengan process manufacturing yang flexible dan cost-efficient dengan manufacturing software terbaik. Dengan software ini Anda dapat mengoptimalisasikan bisnis Anda dengan kinerja yang maksimal, efisien dan efektif. Anda dapat mengendalikan proses produksi dengan aman dan terpantau sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Novi Herawati a content writer, I bring a unique perspective to each project with my ability to craft engaging and informative content. My passion for writing combined with my deep understanding of the topics creates contents that are unique and useful for everyone. Suatu kombinasi dari teknologi manufaktur dengan ilmu manajemen disebut teknik? industri produksi pemasaran promosi distribusi Jawaban yang benar adalah B. produksi. Dilansir dari Ensiklopedia, suatu kombinasi dari teknologi manufaktur dengan ilmu manajemen disebut teknik produksi. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. industri adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. produksi adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban C. pemasaran adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. promosi adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. distribusi adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah B. produksi. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. Dalam era digital saat ini, muncul konsep baru bernama manufaktur cerdas dan merupakan bagian dari revolusi industri berikutnya. Perusahaan yang lambat dalam mengadopsi teknologi dan proses baru dapat tertinggal. Dengan bantuan Software Manufaktur HashMicro, perusahaan dapat menerapkan smart manufacturing melalui implementasi teknologi digital disertai dengan praktik dan prosedur yang cerdas sehingga diharapkan meningkatkan kualitas produksi. Download Skema Harga Software Manufaktur Download Sekarang Pengertian Smart Manufacturing Smart Manufacturing adalah suatu pengertian yang luas dan bukan lah suatu implementasi secara langsung kedalam proses bisnis. Smart manufacturing adalah kombinasi dari berbagai teknologi dan solusi yang perusahaan terapkan untuk mengoptimalkan proses manufaktur. Dengan demikian juga meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. Manufaktur cerdas berfokus kepada pemanfaatan data, data akan memberitahu pengguna mengenai apa yang harus pekerja lakukan dan waktu untuk melakukannya. Konsep smart manufacturing ini membawa kabar baik bagi semua perusahaan manufaktur. Sebab, manfaatnya sangat bisa dirasakan baik dari sisi perencanaan, kecepatan produksi, kualitas akhir, dan juga pengembangan produk. Baca juga 7 Tips Menyederhanakan Manajemen Supply Chain dalam Bisnis Manufaktur Mewujudkan Smart Manufacturing dengan Bantuan ERP Dalam industri yang sedang mengalami revolusi, begitu banyak tantangan yang harus perusahaan hadapi. Penting untuk tidak mengabaikan tantangan sehari-hari yang produsen akan hadapi setiap hari. ERP memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah Anda sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa peran ERP 1. Data yang lebih baik untuk operasi yang lebih baik Saat ini Sistem ERP mudah untuk perusahaan gunakan, terutama dalam menyederhanakan pengalaman pengguna UX dan manajemen aliran informasi. Selain mengurangi biaya melalui berbagai efisiensi sistem, produsen menginginkan solusi ERP yang juga menghemat waktu dan tenaga mereka di pabrik. Berkat kecerdasan buatan AI dan sistem sensor pintar yang dibawa oleh Industrial Internet of Things IIoT, metrik bisnis pabrikan dapat perusahaan gabungkan dengan data operasional untuk meningkatkan strategi bisnis dan kemampuan pengambilan keputusan. 2. Mempercepat otomatisasi bisnis ERP menawarkan cara yang fleksibel dan realistis untuk menyederhanakan semua proses yang terkait dengan bisnis. Selain itu juga mengotomatiskan sistem alur kerja, otomatisasi ERP memungkinkan tenaga kerja untuk fokus pada pengawasan dan pemantauan metode otomatis, yang menambah produktivitas dan akurasi operasional. Otomatisasi bisnis mengurangi ketergantungan manusia dan pemrosesan cepat. 3. Meningkatkan pengalaman pelanggan Membantu organisasi bisnis mencapai kepuasan pelanggan. Solusi ERP memungkinkan para pelaku bisnis untuk menjadwalkan otomatis sistem pengiriman produk dan memeriksa proses inventory. Sistem ini juga memberikan wawasan praktis tentang kapabilitas layanan dan melibatkan ide-ide yang berfokus pada pelanggan. Download Skema Harga Software Manufaktur Download Sekarang Baca juga Cara Menerapkan Lean Manufacturing dalam 6 Langkah 4. Memungkinkan visibilitas yang lebih luas dan efisiensi pengambilan keputusan Mendukung industri manufaktur yang cerdas dengan analitik pengambilan keputusan yang cerdas, ERP menawarkan wawasan yang berguna tentang memulai proses tingkat bisnis yang penting. Selain itu, dengan opsi visibilitas berteknologi tinggi, ERP memungkinkan tenaga kerja dan manajer untuk memantau dan mengelola proses dari lokasi yang jauh. Dengan fitur ERP yang canggih, smart factory mengoptimalkan hampir semua rutinitas kinerja harian mereka, memastikan komunikasi antar departemen berjalan secara lancar dan bebas konflik, serta memperoleh laba atas investasi yang tinggi. Sistem ini juga dapat mengintegrasikan berbagai teknologi inovatif, ERP telah membuat tanda positif dan menarik perhatian para pemilik bisnis. Smart industry sekarang mengadopsi dan menggunakan konsep ERP dengan cepat. 5. Integrasi ERP dengan teknologi baru untuk memberdayakan smart manufacturing ERP telah mengubah cara bisnis diatur dan dirancang tata letak fungsional mereka dan mengalokasikan tenaga kerja untuk melakukan tugas. Teknologi seperti IoT, AI, komputasi kognitif, ML, dan lainnya, dampak otomatisasi secara substansial telah mendorong proses industri manufaktur cerdas. Mendigitalkan hampir seluruh operasional industri manufaktur, implementasi ERP menandai permulaan industri manufaktur yang lebih cerdas dan canggih. ERP terintegrasi dengan teknologi baru untuk memulai proses Manufaktur Cerdas, beberapa contohnya adalah IIoT – industrial internet of things IIoT Lingkungan yang mana setiap perangkat, mesin, dan proses terhubung melalui sistem yang dapat menghasilkan data yang relevan dengan kebutuhan perusahaan sehingga memungkinkan Anda mengakses lebih banyak data dengan jauh lebih cepat. Perusahaan dengan semua sistem yang terhubung melalui cloud mendapatkan keuntungan dari skalabilitas, peningkatan efisiensi, penghematan waktu, dan pengurangan biaya. Sistem ERP yang kurang mumpuni dapat mencegah Anda mengumpulkan data terpusat dan mencapai produktivitas karyawan. Big data dan analytics Terakhir, data IIoT ditransfer ke cloud / sistem perangkat lunak melalui sistem komunikasi data. Data dalam jumlah besar ini menawarkan banyak wawasan yang dapat membantu mengidentifikasi setiap aspek dalam proses produksi. Setelah menganalisis data, itu dikirim sebagai umpan balik ke sistem produksi untuk tindakan. Keamanan Manufaktur cerdas adalah tentang memanfaatkan data yang memberitahu Anda apa yang harus perusahaan lakukan dan kapan harus melakukannya hal ini karenakan pembangunan pabrik pintar berfokus atau bergantung pada data, keamanan siber sebagai yang paling utama, yang mana merupakan faktor paling penting dalam seluruh ekosistem manufaktur pintar. Artificial intelligence AI Pertumbuhan AI akan terdorong oleh pertumbuhan penggunaan teknologi data besar, IoT industri di bidang manufaktur, penggunaan robotika yang luas di bidang manufaktur, teknologi visi komputer AR dan VR di bidang manufaktur, kemitraan dan kolaborasi lintas industri, dan peningkatan yang signifikan dalam investasi modal ventura. Download Skema Harga Software Manufaktur Download Sekarang Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. MAU TAU ’SEJARAH MANUFAKTUR ’ DAN MANFAAT BAGI manufaktur berasal dari bahasa Latin manus factus yang berarti dibuat dengan tangan. Kata manufacture muncul pertama kali tahun 1576, dan kata manufacturing muncul tahun 1683. Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi produk. Proses ini meliputi 1 perancangan produk, 2 pemilihan material, dan 3 tahap-tahap proses dimana produk tersebut dibuat. Pada konteks yang lebih modern, manufaktur melibatkan pembuatan produk dari bahan baku melalui bermacam-macam proses, mesin dan operasi, mengikuti perencanaan yang terorganisasi dengan baik untuk setiap aktifitas yang diperlukan. Mengikuti definisi ini, manufaktur pada umumnya adalah suatu aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas sebagaiberikut- Perancangan Produk - Pembelian - Pemasaran - Mesin dan perkakas - Manufacturing - Penjualan - Perancangan proses - Production control - Pengiriman - Material - Support services - Customer service Hal-hal di atas telah melahirkan disiplin ilmu tentang teknik manufaktur. Sesuai dengan definisi manufaktur, keilmuan teknik manufaktur mempelajari perancangan produk manufaktur dan perancangan proses pembuatannya serta pengelolaan sistem produksinya sistem manufaktur. Meskipun teknik manufaktur pada berbagai perguruan tinggi memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri namun selalu ada bagian yang sama pada jurusan-jurusan tersebut. Keilmuan teknik manufaktur selalu berbasis kepada aktifitas pembuatan produk manufaktur yang melibatkan berbagai aktifitas dan sumberdaya seperti yang telah diuraikan di atas. Jika dicermati, bidang ilmu teknik manufaktur sesungguhnya merupakan sinergi gabungan yang saling menguatkan dari jurusan teknik mesin dan teknik industri. Dari teknik mesin diadopsi ilmu-ilmu yang terkait dengan perancangan produk dan perancangan proses pembuatan, sedangkan dari teknik industri diadopsi ilmu-ilmu yang terkait dengan pengelolaan sistem di industri manufaktur industri yang menghasilkan produk manufaktur. Dengan demikian akan ada beberapa matakuliah yang bisa dijumpai terdapat pada ketiga jurusan tersebut overlapping.Program Studi Teknik Industri - Fakultas Teknologi IndustriJika teman-teman melihat sebuah jembatan atau gedung bertingkat maka teman-teman akan membayangkan Teknik Sipil. Lalu, jika teman-teman melihat pesawat terbang maka teman-teman akan mengaitkannya dengan Teknik Penerbangan atau Teknik Mesin. Kemudian, jika teman-teman melihat pembangkit listrik, mungkin dengan sendirinya akan dikaitkan dengan Teknik Elektro. Kalau begitu produk atau obyek apa yang dikaitkan dengan Teknik Industri ? Tampaknya sulit ya ? Oleh sebab itu di ITB, Teknik Industri sering disebut program studi yang tidak jelas, kenapa? Pertama, karena apa yang dihasilkan tidak dengan mudah dapat dibayangkan oleh orang. Kedua, karena semuanya dipelajari. Di TI teman-teman akan belajar membubut dan mengelas bersama teman-teman dari Teknik Mesin, belajar membuat rangkaian elektronik yang merupakan bidangnya Teknik Elektro, bahkan membuat program dan basis data yang merupakan bidang kajian Teknik Informatika. Wah banyak sekali bukan? Namun bukan berarti ilmu Teknik Industri tidak jelas, karena dalam teknik industri yang dipelajari adalah pengetahuan, pendekatan, pola pikir, prinsip-prinsip dan ketrampilan yang tetap berakar pada keilmuan teknik yaitu proses perancangan design. Namun obyek yang dirancang bukan sesuatu yang konkret seperti jembatan, gedung, pesawat terbang, atau yang lain, melainkan apa yang disebut sebagai sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi dan informasi. Hal yang menjadi perhatian dalam merancang sistem integral ini adalah bagaimana kita mampu mengoptimalkan kinerja, dengan jargon yang sangat terkenal yaitu EFEKTIVITAS, EFISIENSI, dan PRODUKTIVITAS. Kita analogikan, sebuah pabrik yang beroperasi dan ternyata masih banyak sumber daya orang, mesin, bahan baku yang mengangggur, dengan ilmu-ilmu yang didapatkan di TI, maka seorang sarjana TI akan mampu merumuskan solusi agar kapasitas produksi tersebut bisa ditambah, bagaimana pekerjanya dapat bekerja dengan lebih nyaman dan baik, bagaimana produktivitas dapat ditingkatkan, dsb. namun yang disebut sebagai sistem integral bukan hanya pabrik. Bank, rumah sakit, dsb juga merupakan sistem integral. Banyak ya ? Jadi yang dimaksud dengan industri dalam TI bukan hanya pabrik. Tapi bisa dilihat kan, semua sistem tersebut memiliki kesamaan. Dalam beroperasi semuanya selalu mengedepankan penghematan biaya, memuaskan pelanggan, dll yang pada dasarnya adalah berbicara mengenai efektivitas, efisiensi dan produktivitas. Oleh sebab itu TI juga belajar ilmu-ilmu manajemen dan ilmu sosial, seperti manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen SDM, ekonomi, akuntansi biaya, dan psikologi industri. Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam rangka melakukan perancangan sistem integral. Mengapa ? Jangan lupa, salah satu elemen dalam sistem integral bahkan menjadi elemen utama adalah MANUSIA. Membuat pabrik, bank, rumah sakit, dsb. Menjadi lebih efisien dan produktif adalah persoalan bagaimana mengelola manusia ini. Pengetahuan yang penting bagi TI ini bahkan menjadi nilai tambah tersendiri bagi sarjana TI. Karena keilmuan TI mampu menjembatani antara aspek teknis dengan aspek manusia, keuangan, organisasi, dsb. Hal ini didukung dengan cara pengajaran yang mengajak teman-teman untuk berpikir kritis dengan contoh-contoh konkret yang up to date ancang tata letak pabrik; bagaimana mengembangkan aplikasi sistem informasi untuk perusahaan; bagaimana membuat proposal bisnis; bagaimana mengelola organisasi dengan berbagai permasalahannya, Kerja Seorang alumni Teknik Industri memiliki prospek kerja yang sangat luas, beberapa diantaranya adalah Bidang produksi/ operasi dan penjaminan mutu Lulusan TI sangat dibutuhkan khususnya untuk menangani perencanaan dan pengendalian produksi, pengendalian kualitas, pengembangan sistem manajemen kualitas. Hampir semua perusahaan membutuhkan ini, khususnya perusahaan manufaktur seperti Toyota Astra Motor, PT Rekayasa Industri, PT Krakatau Steel, dll. 1 2 3 Lihat Otomotif Selengkapnya

suatu kombinasi dari teknologi manufaktur dengan ilmu manajemen disebut teknik